Pejabat Daerah
pasang iklan anda disini
Alamat

Jalan T. Ben Mahmud No. 11 A
T A P A K T U A N
ACEH SELATAN
Kode Pos 23715
Telp. 0656-21513 Ext. 217,218,219
Fax. 0656-21677

Informasi Publik
Kabupaten Aceh Selatan adalah salah satu kabupaten di Provinsi Aceh, Indonesia. Sebelum berdiri sendiri sebagai kabupaten otonom, calon wilayah Kabupaten Aceh Selatan adalah bagian dari Kabupaten Aceh Barat. Pembentukan Kabupaten Aceh Selatan ditandai dengan disahkannya Undang-Undang Darurat Nomor 7 Tahun 1956 pada 4 November 1956.

Aceh Selatan sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Aceh, dengan luas wilayah sekitar 3.900 km  bujur sangkar dengan panjang garis pantai lebih kurang 169 km. Letaknya berbatasan dengan Kabupaten Aceh Tenggara di sebelah utara dan Kabupaten Aceh Barat Daya di sebelah barat. Sedangkan di sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia dan di sebelah timur berbatasan dengan Kota Subulussalam dan Kabupaten Singkil. Letak astronomisnya antara 20 dan 40 Lintang Utara dan antara 960 dan 980 Bujur Timur. Luas wilayah Aceh Selatan sebesar 6,91 persen dari total luas daratan Provinsi Aceh. Kabupaten Aceh Selatan pada tanggal 10 April 2002 resmi dimekarkan sesuai dengan UU RI Nomor 4 tahun 2002 menjadi tiga Kabupaten, yaitu Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Aceh Singkil dan Aceh Selatan (Kabupaten Induk).


Kabupaten Aceh Selatan terdiri dari 18 Kecamatan dan 248 desa, dengan jumlah penduduk 232.062 jiwa. Suhu udara di Aceh Selatan berkisar antara 28-34 derajat Celcius pada tahun 2009. Tempat-tempat yang letaknya berdekatan dengan pantai mempunyai suhu udara yang relatif tinggi. Sementara tingkat curah hujan di Aceh Selatan berkisar antara 200-370 mm/tahun. Kecepatan angin berkisar antara 90-140 knot.

Kondisi topografi Kabupaten Aceh Selatan sangat bervariasi, terdiri dari dataran rendah, bergelombang, berbukit, hingga pegunungan dengan tingkat kemiringan sangat curam/terjal. Dari data yang diperoleh, kondisi topografi dengan tingkat kemiringan sangat curam/terjal mencapai 63,45%, sedangkan dataran hanya sekitar 34,66% dengan kemiringan lahan dominan adalah 40% dengan luas 254.138.39 ha dan terkecil kemiringan 8-15% seluas 175.04 hektar Dilihat dari ketinggian tempat (diatas permukaan laut) ketinggian 0-25 meter memiliki luas terbesar yakni 152.648 hektar (38,11%) dan terkecil adalah ketinggian 25-00 meter seluas 39.720 hektar (9,92%).

Sebahagian besar jenis tanahnya adalah podzolik merah kuning seluas 161,022 hektar dan yang paling sedikit adalah jenis tanah regosol (hanya 5,213 ha).

Selain etnis Aceh (60%), Kabupaten Aceh Selatan merupakan wilayah yang banyak didiami oleh masyarakat Minangkabau (30%) atau yang lebih dikenal dengan Aneuk Jamee. Mereka merupakan para perantau yang telah bermukim sejak abad ke-15. Walau sudah tidak lagi menggunakan sistem adat matrilineal, namun mereka masih menggunakan bahasa Minangkabau dialek Aceh (Bahasa Aneuk Jamee) dalam percakapan sehari-hari.

HARI JADI
Pada saat MS. Subki menjabat sebagai Bupati Aceh Selatan tahun 1995, terjadi perdebatan mengenai hari jadi Aceh Selatan. Hari jadi ini awalnya mengemuka di event Seminar Sejarah dan Kebudayaan Aceh Selatan pada tanggal 14 s/d 16 Mei 1989 di Tapaktuan. Seminar tersebut diantaranya dihadiri oleh M. Sahim Hasyimi dan Ibnoe Saadan (tokoh perancang pondasi daerah otonom Aceh Selatan), Said Abu Bakar (pakar sejarah pada masa itu).

Oleh bupati MS. Subki membentuk Tim Verifikasi dan Investigasi Hari Jadi Aceh Selatan, tim ini diketuai DR. M. Isa Sulaiman dengan 13 anggota tim, mereka bekerja keras mengumpulkan manuskrip sejarah Aceh Selatan, mengkaji, meneliti data hingga berdiskusi dengan plaku dan tokoh sejarah di ibukota provinsi Banda Aceh.

Hasilnya tim ini merumuskan hari Jadi Aceh Selatan jatuh pada tanggal 28 Desember 1945. MS Subki mengesahkan hari Jadi tersebut melalui SK Bupati Aceh Selatan Nomor 02/1995 tentang Peenetapan Hari Jadi Daerah TIngkat II Aceh Selatan di Banda Aceh, mengacu pada SK Gubernur sumatera No. 70 tentang Pembagian Wilyah